Marcell dibawa ke ruangan Ustadz Husnul. Dia lalu menceritakan kondisinya. Ustadz Husnul syok berat. Lalu Marcell berusaha bicara tapi yak bisa. Marcell kelihatan sangat panik.Wahida, Suci, dan yang lain menangis dan panik. Farhan berusaha menenangkan mereka semua, begitu juga dengan Bunga dan Aditya. Sementara itu Sandy, Sisca, dan Silvy juga menangis dan merasa kasihan pada kakak tercinta mereka yang sedang dalam kondisi memprihatinkan.


Pak Ustadz dan timnya keluar ruangan. Semua anggota keluarga sudah tak sabar menunggu mereka keluar. Dengan sedih mereka menyatakan bahwa Marcell benar-benar kehilangan suaranya.


 


Wahida sangat kesal pada Monica. Dia pasti sengaja memancing Marcell supaya marah. Tapi Farhan bilang kalau Wahida jangan suuzan, dia kan tak tahu soal pita suara Marcell. Sandy membenarkan ucapan Farhan.


Marcell kembali mencoba bicara, tapi Suci menempelkan jari ke bibir Marcell. Suci bilang Pak Ustad lagi menyiapkan obat herbal. Sebentar lagi Marcell pasti akan sembuh. Suci memeluknya. Semua pasti akan baik-baik saja.


Begitu mereka pergi meninggalkan pesantren, Aditya sibuk memikirkan sesuatu. Bunga kemudian bertanya ada apa. Aditya bilang dia mau minta saran sama Pak Ustad, sekalian pamit. Dia juga bilang nanti akan menyusul yang lain.